Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016 | BAHASA INDONESIAKU Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016 | BAHASA INDONESIAKU

Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016

Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016 - Hai sobat BBI, pada pertemuan kali ini kita kembali dengan menyajikan materi yang sangat menarik yaitu tentang dongeng. Kami akan memberikan tiga buah dongeng yang menarik. Mari simak dongengnya di bawah ini.

Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016

Si Monyet dan Si Kura-kura

Pada zaman dahulu, ada seekor monyet dan seekor kura-kura yang hidup bersama. Mereka adalah sahabat yang tak pernah terpisahkan. Setiap pagi hari, mereka selalu berjalan bersama, makan bersama, semua selalu bersama. Hingga pada suatu hari, monyet menemukan biji pisang. "Kura, bagaimana kalau kita tanam saja biji pisang ini? Siapa tahu bisa berbuah," kata monyet. "Ide yang bagus, Ayo kita tanam bersama," kata kura-kura.

Keesokan harinya akhirnya mereka menanam biji pisang itu di rumah masing-masing. Mereka menanam biji pisang itu di halaman rumah mereka. Tetapi, monyet tidak rajin merawat bahkan terkadang seminggu sekali baru disiram. Maka, pohon pisang monyet masih kecil sekali padahal sudah berumur 1 bulan. Sedangkan kura - kura sangat rajin merawat pohon pisang itu. Dia selalu menyiramnya setiap pagi hari. Hingga pada akhirnya pohon pisang miliki kura - kura yang lebih besa dan berbuah terlebih dahulu.

Suatu hari, si monyet bermain ke rumah kura - kura. Dilihatnya pohon pisang dahulu ditanam sekarang sudah besar dan berbuah. Kebetulan juga kura-kura meminta tolong pada monyet. "Hey, sahabat, maukah kamu petikkan pisang itu untuk kita makan bersama? Tenang saja, aku sangat lincah untuk memanjat" kata monyet. Monyet pun senang sekali mendengar permintaan dari kura - kura. Tetapi, ada suatu niat jahat dari dalam hati monyet. Dia akan memanjat pohon lalu memakan semua pisang milik kura-kura tanpa membaginya. Tetapi kura - kura sangat percaya kepada monyet karena monyet adalah teman baiknya.

Monyet pun memanjat pohon pisang itu dan ketika sampai di atas, monyet langsung memakan buah pisang yang ada di pohon milik kura - kura. Kura-kura kaget dan marah sekali kepada monyet. "Hei sahabatku! Mengapa semua pisangku kau makan sampai habis?" tanya kura-kura yang sedang marah. Si monyet tak mendengarkan apa yang dikatakan kura - kura hingga semua pisangnya dimakannya hingga tak tersisa sedikit pun untuk kura - kura. Setelah monyet kekenyangan memakan pisangnya, ternyata salah dahan pohon pisang itu terlihat akan rubuh. Benar saja, monyet  dan dahan pisang itu jatuh bersamaan ke tanah. Monyet pun jatuh lalu menangis sambil menahan sakitnya. Akan tetapi si kura - kura tetap memaafkan kesalahan si monyet dan mengobati luka monyet akibat terjatuh dari pohon itu. Dan semenjak saat itu monyet kapok dan berjanji tak akan mengulangi kesalahannya lagi. 


Pulau Hantu Pendekar

Suatu ketika ada dua orang pendekar yang selalu ingin menunjukkan dirinya lebih baik dari yang lain. Pada suatu hari, mereka bertemu di pantai selatan Malaka. Tanpa banyak bicara, keduanya langsung saling menyerang. Mereka bertarung cukup lama hingga tubuh mereka bersimbah darah. Karena mereka berdua sama - sama kuat, tak ada tanda - tanda siapa yang akan menang dan kalah. 

Ruh penghuni laut tidak suka dengan pertarungan itu karena mereka membuat pantai porak poranda karena kesaktian mereka berdua. Ruh itu lalu menenggelamkan perahu milik mereka berdua. Maksudnya agar mereka menghentikan pertarungan. Akan tetapi, mereka tetap saja melanjutkan pertarungan. Dengan kesaktiannya masing - masing, mereka bertarung di atas air laut. Ruh penunggu laut pun berkata “Hei kalian, aku perintahkan untuk berhenti bertarung! Ini adalah wilayah kekuasaanku. Kalau tidak maka..…” 

Bukannya berhenti bertarung kedua jagoan itu malah bertempur semakin hebat. Dengan memberikan isyarat tangan, mereka bahkan seperti mengejek - ejek Ruh itu. Ruh tersebut marah. Dia pun dengan kemampuannya menurunkan kabut misterius agar jarak pandang mereka berdua terbatasi jadi pertarungan akan cepat berakhir. Karena pandangan mereka kabur, kedua pendekar itu bertempur secara membabi - buta. Mereka mengibaskan pedang mereka membabi buta sekehendak hati sampai akhirnya tubuh mereka saling bertusukan pedang. Akhirnya setelah bertarung sangat lama kedua pendekar itu akhirnya mati. 

Para dewa - dewi di kayangan murka karena ruh yang turut campur urusan manusia. Mereka memperingatkan agar Ruh jahat itu untuk tidak lagi ikut campur dengan urusan manusia. Ruh tersebut akhirnya mengaku salah dan mencoba menebus dosa dengan membuatkan tempat khusus agar ruh kedua pendekar itu dapat bersemayam dengan tenang. Ruh jahat itu menyulap sampan yang ditumpangi kedua jagoan itu menjadi pulau tempat bersemayam ruh mereka. Orang-orang kemudian menyebut pulau itu sebagai Pulau hantu pendekar. 


Petani yang Baik Hati

Di suatu desa, hidup seorang petani yang sudah cukup tua. Petani ini hidup seorang diri dan sangat miskin, pakaiannya saja penuh dengan tambalan dan rumahnya terbuat dari gubuk kayu yang sudah reot. Musim dingin pun sudah tiba, petani ini tidak punya makanan, juga tidak mempunyai kayu bakar untuk menghangatkan diri. Hari itu pak petani akan pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan. Ketika ia keluar dari rumahnya, dia melihat ada sebutir telur burung tergeletak diatas tanah bersalju. Dengan hati - hati pak tani memungutnya dan membawanya masuk ke dalam rumah. 

Pak petani menyelimuti telur itu dengan kain yang sudah usang dan meletakkannya di dalam kotak dengan tumpukan jerami agar tetap hangat. Setelah itu barulah ia pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan. Pak tani menjaga agar tekur itu tetap hangat setiap hari hingga telur itu menetas. Ternyata telur yang dipeliharanya itu adalah telur burung camar. Mungkin induknya menjatuhkannya ketika akan pindah ke tempat yang lebih hangat. Pak tani merawat burung camar kecil itu dengan penuh kasih sayang. Dia selalu membagi setiap makanan yang dia peroleh dari hasil bekerja di pasar. Ketika harus meninggalkan burung camar itu sendirian, pak petani akan meletakkannya di dalam kotak jerami dan menyalakan api agar burung camar tetap merasa hangat.

Hari - hari berlalu, burung camar kecil itu tumbuh semakin besar. Pak tani sadar, burung camar ini tidak akan selamanya tinggal bersama dengan dirinya. Dengan berlinangan air mata, pak tani melepaskan burung camar tersebut agar pergi ke timur, ke tempat yang lebih hangat.

Suatu hari, pak tani terbaring sakit karena kedinginan dan kelaparan. Dia tidak memiliki uang untuk membeli obat, kayu bakar dan makanan. Tiba - tiba ada yang mengetuk rumah pak tani. Ternyata burung camar yang mengetuknya. Burung camar itu kembali kerumah pak tani. Di paruhnya terdapat benih tanaman seakan - akan dia ingin memberikan biji tersebut kepada pak tani. Pak tani heran burung camar itu masih ingat akan dirinya. Burung camar itupun masuk kedalam rumah. Pak tani pun menyediakan minum untuknya, Pak tani heran sambil bertanya - tanya tentang biji tanaman yang dibawa di paruh burung camar itu dan bertanya - tanya apakah bisa ditanam ketika musim dingin seperti ini.

Burung camar itu lalu keluar dari rumah pak tani, ia langsung membuat lubang di halaman rumah pak tani yang tertutup oleh salju lalu menanam benih itu. Ketika hari menjelang pagi, burung camar itu kembali pergi meninggalkan pak pani. Keesokan harinya, keajaiban pun terjadi. Benih yang ditanam burung camar malam itu tumbuh menjadi pohon besar lengkap dengan buahnya hanya dalam waktu satu malam. Pak tani sangat terkejut sekali melihat kejadian itu. Karena ia sangat lapar, pak tani langsung memakan buah dari pohon itu. Ajaibnya, tubuh pak tani menjadi kuat dan dia tidak merasa sakit lagi. Karena keajaiban itu, pak tani memberi nama pohon itu Pohon Dewa, karena buahnya bisa membuat pak tani menjadi sehat kembali.

Pak tani pun merawat pohon itu dengan baik. Meskipun musim dingin, pohon itu terus berbuah dan tidak mati. Pak tani menjual buah dari pohon itu dan mendapatkan banyak uang. Sekarang pak petani tak lagi merasa kedinginan dan kelaparan. Meskipun ia sudah kaya, pak tani tetap murah hati, dia ingat bahwa apa yang diterimanya saat ini adalah buah dari ketulusannya karena menolong sesama makhluk hidup.

Nah itu tadi kumpulan cerita dongeng pendek terbaru. Semoga dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua. Sekian dan sampai jumpa pada artikel tentang kumpulan dongeng berikutnya.

0 Response to "Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Terbaru 2016"

Post a Comment